Kamis, 29 Januari 2009



PLUS MINUS DIET POPULER

Saat memilih program diet ,yang dicari tentu yang hasilnya cespleng.

Tapi,tiap pola diet itu ada kelebihan dan kekurangannya.Agar tidak salah memilih ,coba kenali dulu pola diet yang popular dikalangan pelaku diet.

DIET TINGGI PROTEIN

Diciptakan oleh Dr.Robert Atkins pada tahun ’70 an.

Aturan main : meminimalkan asupan karbohidrat dan gula ,serta menggantinya dengan lebih banyak protein dan lemak.

Plus : Apabila asupan karbohidrat diminimalkan ,tubuh akan langsung membakar lemak yang ada,sehingga metabolisme tubuh meningkat.Alhasil,berat badan bisa turun dengan cepat namun dengan cara natural.

Minus : Pada masa awal diet , bisa jadi ada fase di mana rendahnya asupan karbohidrat ini bisa memicu rasa letih berlebihan ,sakit kepala,dan rasa tidak enak pada tubuh.Pasalnya,diet ini tidak menghitung kebutuhan kalori seseorang.Sehingga,timbul anggapan keliru bahwa pelakunya boleh mengosumsi lemak atau minyak sesukanya.Padahal , lemak yang dimaksud oleh Atkins semestinya dalah jenis lemak “baik” ( lemak tak jenuh ).Bil ‘lemak’lantas diterjemahkan dengan bebas mengonsulsi gorengan atau jeroan,hal itulah yang berbahaya.

DIET DETOKS

Diperkenalkan oleh ahli nutrisi dari Amerika Serikat .Dr.paula Baillie Hamilton.

Aturan : Disarankan hanya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran (yang organic lebih baik )selama jangka waktu tertentu , biasanya dalam keadaan mentah dan dibuat jus tanpa gula.Jangka waktu ini bisa beragam.

Plus : membersihkan usus dari zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan,minuman , maupun polusi.Sekaligus untuk memperbaiki system pembuangan tubuh,sehingga berat badan cepat menurun.

Minus : Pusing ,lemas ,wajah tak segar ( layu),dan kehilangan konsentrasi .Perlu diingat , tubuh sudah memiliki system detoksifikasi sendiri,yang berpusat di lever (hati).Karena itu,agar proses detoksifikasi sehari-hari berlangsung lancer,Anda tinggal mengonsumsi cukup sayuran dan buah-buahan secara rutin.

DIET SOUTH BEACH

Diperkenalkan oleh kardiolog Dr.Arthur Agatston , di wilayah Miami,Florida ,AS.

Aturan : Diet ini harus dijalankan dalam tiga fase.Dalam fase pertama yang berlangsung selama 2 minggu , pelaku die harus total menghindari karbohidrat yang mengandung kadar glikemik tinggi , seperti susu,gula,roti,nasi ,pasta ,dan lain-lain.Namun,mereka tak dilarang mengonsumsi daging , ikan , telur ,keju,sayuran dan kacang-kacangan dalam porsi normal.

Memasuki fase kedua,Anda mulai boleh mengonsumsi karbohidrat berglikemik sedang,misalnya ubi jalar , sampai berat badan yang diinginkan tercapai.Fase ketiga adalah mempertahankan berat badan ( maintenance phase ).

Pada fase ini,Anda sudah diizunkan melahap sedikit roti gandum dan beberapa potong buah-buahan.

Plus: Awalnya didesain khusus untuk para penderita penyumbatan pembuluh darah jantung,diet ini akhirnya malah lebih popular sebagai cara penurunan berat badan yang ampun.

Minus: Pada tahap sangat awal bisa memicu kontipasi atau susah buang air besar.Jika Anda tetap berniat menjalankan diet ini ,sangat dianjurkan mengonsumsi air putih yang cukup.

DIET FOOD COMBINING

Diet ciptaan Dr.William Howard Hay.

Aturan : Makanan yang disantap harus diselaraskan dengan mekanisme alamiah fungsi tubuh manusia.Hal itu dimaksudkan untuk meringankan kerja pencernaan sekaligus efisiensi pemakaian energi.

Plus: Penggabungan makanan yang tepat akan menghasilkan kadar asam dan basa yang seimbang .Sehingga proses pencernaan dan metabolisme berjalan lancar.Sejauh semua zat gizi tercukupi ( karena tak ada pantangan makanan apa pun),mestinya tak ada reaksi tubuh yang negative.

Minus : Sejauh ini belum banyak dilakukan penelitian menyangkut diet ini,dalam kaitannya dengan usaha penurunan berat badan.Karena protein dan karbohidrat tidak boleh dicampur , maka harus dibuat perencanaan yang matang.bagaimanapun , semua unsure dibutuhkan oleh tubuh.

DIET GOLONGAN DARAH

Diperkenalkan oleh ahli naturpati asal Amerika Serikat Peter j.D’Adamo

Aturan: Setiap orang sebaiknya hanya mengonsumsi jenis-jenis bahan makanan yang sesuai dengan golongan darahnya.Sebagai contoh,orang bergolongan darah O dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi protein tapi rendah karbohidrat ,seperti daging merah dan seefood.Orang dengan golongan darah A ,dianjurkan menjadi vegeratian,atau hanya mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan rendak lemak.Yang bergolongan darah B cukup beruntung bisa mengonsumsi makanan yang lebih variatif.Adapun mereka yang bergolonga darah AB sebaiknya menerapkan pola makanan gabungan antara golongan darah A dan B.

Plus : Setiap golongan darah memiliki respon yang berbeda –beda terhadap makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Minus: Sejauh ini belum ada pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,termasuk reaksi tubuh yng timbul ( Sumber : Chic Smart ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar